Cappellabonajuto

Pertarungan Melawan Tunawisma di Negara Italia

Pertarungan Melawan Tunawisma di Negara Italia – Italia terletak di sepanjang garis pantai Mediterania. Negara Eropa berpenduduk lebih dari 60 juta orang dengan rata-rata 95 juta wisatawan berkunjung setiap tahunnya. Apa yang banyak tidak disadari adalah bahwa imigran, wanita dan anak-anak sangat rentan mengalami tunawisma di Italia. Pertarungan melawan tunawisma di Italia telah menjadi isu yang lebih menonjol. Polisi mulai mendenda para tunawisma di jalan karena tidak mengikuti langkah-langkah penguncian yang diterapkan negara itu. Dengan demikian, Federasi Organisasi untuk Orang Tunawisma Italia telah meminta keringanan hukuman yang lebih besar dari negara bagian.

Organisasi itu menulis, “Mereka tidak bisa tinggal di rumah karena mereka tidak punya rumah. Ada sanksi ekonomi yang tidak bisa mereka bayar, dan mereka harus pergi ke hakim. Mereka tidak berada di jalan untuk bersenang-senang.”

Konteks Historis Tunawisma di Italia

Meskipun diperparah oleh pandemi, tunawisma di Italia telah lama menjadi masalah. Italia adalah negara maju dengan PDB yang ekspektasi telah ditentukan akan menjadi sekitar $1920 miliar pada tahun 2021. Namun, tunawisma telah memburuk karena krisis ekonomi. Pada 2016, tunawisma berdampak pada 50.724 orang di Italia. Sejak 2013, jumlah ini meningkat sekitar 3.000. Selain itu, 5,1 juta orang hidup dalam kemiskinan ekstrem pada tahun 2017. Karena lokasi geografisnya, Italia menerima masuknya imigran. Akibatnya, 58% penduduk miskin Italia adalah imigran. Pada 2017, 117.153 orang tiba di Italia dengan kapal. Sekitar 67% dari migran ini menggunakan Caritas, layanan konseling yang menawarkan nasihat tentang tunawisma. Tunawisma paling berdampak pada wilayah Lombardia di Italia utara. Menurut Caritas Italia, ada peningkatan tunawisma muda juga.

Berita bagus

Ada berbagai organisasi yang berjuang untuk memerangi tunawisma di Italia. Sebagai contoh, Baobab Experience adalah organisasi yang sebelumnya bertujuan untuk mencari tempat berteduh bagi 120 orang yang tidur di Piazzale Spadolini (Stasiun Tiburtina) dan terus memberikan keramahan bagi para tunawisma di Roma. Selain itu, telah menganjurkan agar para tunawisma menerima pemeriksaan kesehatan, dimulai dengan migran yang tidak memiliki izin tinggal. Banyak dari migran ini menghindari rumah sakit karena takut ditahan, jadi ini akan memungkinkan mereka untuk memeriksa kesehatan mereka tanpa konsekuensi tersebut.

Pengalaman Baobab muncul pada tahun 2015 sebagai akibat dari keadaan darurat migrasi ketika 35.000 migran melewati Baobab, yang terletak di Via Cupa, Roma. Lebih dari 70.000 orang telah melewati kamp-kamp yang didirikan organisasi tersebut. Berkat sumbangan pribadi, Baobab Experience juga mendukung individu dengan bantuan medis dan hukum. Selanjutnya, organisasi menyediakan air, makanan, pakaian dan kesempatan untuk bersantai. Banyak migran melakukan perjalanan melalui Italia untuk mencapai negara lain, namun, yang lain adalah pencari suaka, seringkali harus menunggu di jalan selama berbulan-bulan sebelum praktik hukum dapat dimulai.

Upaya Lebih Lanjut

LSM lain seperti Asgi, Naga, Magistratura Democratica dan Fondazione Migrantes telah meminta pemerintah untuk melindungi migran dan tunawisma yang rentan. Organisasi-organisasi tersebut berpendapat bahwa orang-orang ini tidak memiliki perlindungan yang memadai dari COVID-19 dan melindungi mereka akan meningkatkan kesehatan masyarakat. Selain itu, LSM telah meminta pihak berwenang untuk menutup pusat penerimaan migran besar, memungkinkan akses ke sistem perlindungan internasional, menerima tunawisma ke fasilitas yang sesuai dan membuat alternatif untuk pusat penahanan.

Meskipun perjuangan melawan tunawisma di Italia tetap menjadi masalah serius, terutama bagi kelompok-kelompok yang terpinggirkan seperti migran, perempuan dan anak-anak, LSM dan organisasi serupa menjaga akuntabilitas pemerintah dan memberikan harapan bagi semua yang terkena dampak. Dengan mendukung organisasi semacam itu yang berdampak positif bagi kehidupan ribuan orang, kita semua dapat berkontribusi untuk menghilangkan tunawisma di Italia.

Read More